Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)
RSS

Selasa, 12 Maret 2013

Puteri Cahaya: Sebuah Keputusan

Puteri Cahaya berpikir sejenak. Jika ayahnya tidak diselamatkan, kerajaannya pasti akan semakin dikuasai oleh Raja Domudomu. Akan tetapi, sangatlah tidak mungkin kalau dua orang saudaranya yang menyelamatkan sang ayah. Puteri Berlian hanya tahu bagaimana cara berdandan, sedangkan Puteri Pena hanya mahir bersyair.
"Baiklah, aku yang akan menyelamatkan Ayah."
Kedua puteri terlihat kaget.
"Bagaimana caranya?" tanya Puteri Berlian.
"Hanya aku yang tau cara berkuda. Aku akan pergi besok saat fajar mulai tampak." jawab Puteri Cahaya.

Tiba - tiba datanglah penasehat kerjaan.
"Puteri Cahaya, anda harus sangat berhati - hati jika akan menyelamatkan Baginda Raja. Di hutan Gelap, ada satu makhluk buas bernama Arona. Makhluk berwujud harimau berekor api. Dia menyukai bau darah manusia. Di danau Hijau ada Mirina, sosok duyung dengan kepala seperti kuda. Dia bisa menyamar menjadi wanita cantik dan menenggelamkan siapa saja yang nekat melintasi danau. Dan  di jembatan Mistis, ada raksasa Biggo yang kabarnya berbadan jauh lebih tinggi dari pohon, berbau busuk, dan sering melenyapkan siapa saja yang mencoba menyeberangi jembatan."
Puteri Cahaya berpikir keras.

Senin, 11 Maret 2013

Sebuah Fiksi: Puteri Cahaya

Di suatu negeri yang jauh, berdirilah suatu kerajaan makmur yang bernama Kerajaan Balik Bukit. Rakyatnya hidup sejahtera. Rajanya bernama Raja Bintang. Sang raja memimpin dengan arif dan bijaksana. Dan raja tersebut memiliki tiga orang puteri.
Puteri pertama diberi nama Puteri Berlian. Puteri Berlian lahir dengan paras paling cantik dan mata yang bening. Oleh karena itulah puteri itu diberi nama Berlian. Puteri Berlian gemar berdandan dan berpakaian mewah.
Diberdayakan oleh Blogger.