Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)
RSS

Kamis, 09 Mei 2013

Langkah Pertama

Puteri Cahaya siap memulai perjalanan panjangnya. Corona juga terlihat siap melakukan petualangan pertamanya. Sekantong roti telah diikatkan di badan Corona. Dan belati intan juga telah diselipkan di balik baju sang puteri. Kali ini puteri menyamar. Rambutnya yang dulu tergerai panjang, dipangkas hingga menyerupai laki - laki. Baju besi lengkap dengan topi dan sepatu boots semakin menyamarkan identitasnya sebagai seorang puteri. Kedua kakaknya melepas kepergian sang puteri dengan berat hati. Tetapi Puteri cahaya tampak yakin. Dia segera memacu Corona dengan kencang sebelum ada yang meihat air matanya menitik. Dalam hati, Puteri juga tidak yakin bisa kembali dalam keadaan hidup dengan membawa sang ayah. Tapi apa boleh buat, Puteri harus tetap mencoba.
Sepanjang perjalanan menuju hutan, sang puteri melihat keadaan rakyatnya. Banyak dari penduduk yang menjadi korban perampasan oleh tentara kerajaan Rimba Gelap. Beberapa orang tampak memperbaiki rumah mereka yang rusak. Beberapa lagi tampak mengumpulkan sisa - sisa makanan yang berserakan. Hal itu membuat Puteri Cahaya semakin geram. Dia tak sabar ingin menghancurkan raja Domudomu.

Matahari mulai meninggi. Sang Puteri kini sampai di mulut hutan Gelap. memang benar - benar gelap. Hampir tak ada cahaya yang bisa menembus ke dalam hutan. Padahal di luar matahari sedang terik. Puteri memacu Corona pelan - pelan. Dia selalu mengingat pesan penasehat raja, harus selalu berhati - hati dalam bertindak.

Semakin ke dalam hutan, udara menjadi semakin lembab. Sinar matahari hanya tampak seperti titik - titik diantara dedaunan raksasa yang memayungi hutan. Tiba - tiba Puteri menangkap satu bayang - bayang. Seorang nenek tua.

Diberdayakan oleh Blogger.