Sepanjang perjalanan menuju hutan, sang puteri melihat keadaan rakyatnya. Banyak dari penduduk yang menjadi korban perampasan oleh tentara kerajaan Rimba Gelap. Beberapa orang tampak memperbaiki rumah mereka yang rusak. Beberapa lagi tampak mengumpulkan sisa - sisa makanan yang berserakan. Hal itu membuat Puteri Cahaya semakin geram. Dia tak sabar ingin menghancurkan raja Domudomu.
Matahari mulai meninggi. Sang Puteri kini sampai di mulut hutan Gelap. memang benar - benar gelap. Hampir tak ada cahaya yang bisa menembus ke dalam hutan. Padahal di luar matahari sedang terik. Puteri memacu Corona pelan - pelan. Dia selalu mengingat pesan penasehat raja, harus selalu berhati - hati dalam bertindak.
Semakin ke dalam hutan, udara menjadi semakin lembab. Sinar matahari hanya tampak seperti titik - titik diantara dedaunan raksasa yang memayungi hutan. Tiba - tiba Puteri menangkap satu bayang - bayang. Seorang nenek tua.

